aksesoris-brio

Mesin Apa Sih yang Dicangkokkan di Honda Brio?

#1

Honda Brio di Thailand dan India mengusung mesin 1.200 cc (L12B), sedangkan di Indonesia, HPM justru mempersenjatai Honda Brio dengan mesin 1.300 cc. Lantas seperti apakah mesin L13A (i-VTEC) ini?

   
   

Tujuan pengembangan mesin L13A (i-VTEC) adalah untuk mendapatkan torsi yang besar pada rpm rendah, dan power yang tinggi pada rpm tinggi, namun tetap didapatkan efisiensi BBM yang baik. Tenaga yang besar didapatkan dengan meningkatkan air flow intake dan exhaust dari mesin ini. L13A (i-VTEC) mengasung teknologi 12V/16V VTEC, yang disebut Valve Deactivation VTEC System. Intake valve pada L13A (i-VTEC) juga mengalami sentuhan untuk memperlancar aliran udara masuk ke mesin.

Engine knocking atau yang biasa kita kenal dengan istilah ngelitik, adalah masalah utama pada torsi rendah. Untuk mengurangi knocking, L13A (i-VTEC) mengalami perombakan sistem pendingin mesin, yaitu perubahan jalur water jacket. Mesin yang lebih dingin akan mengurangi knocking, dan akibatnya torsi bawah Honda Brio bisa lebih bertenaga.
   

Selain itu mahkota piston juga dirancang untuk mengurangi engine knocking. mahkota piston dirancang sedemikian rupa sehingga campuran bensin - udara akan berkumpul di tengah mahkota piston, hal ini juga meningkatkan turbulansi pembakaran.

Piston mesin Honda Brio juga menggunakan teknologi patterned skirt coating, yang tujuannya mengurangi gesekan dengan menjebak oli pada pola polkadot, meredam kebisingan mesin, dan tentunya meningkatkan performa dan efisiensi BBM.
   

Honda Brio juga mengimplememtasi Drive By Wire (DBW) yang mengontrol kupu - kupu throttle body secara elektronik.

Honda Brio juga menggunakan cracked Con - Rod, Con -Rod yang proses pembuatannya adalah satu bagian, selanjutnya dipecah menjadi dua bagian. Hal ini memungkinkan Con - Rod akan sangat pas dan menempel dengan erat saat dibaut, ini akan meningkatkan kinerja dan efisiensi mesin.

   

Honda Brio juga memanfaatkan teknologi busi dual electrode, yang memercikan api yang jauh lebih besar, sehingga memungkinkan pembakaran yang lebih sempurna.
   

Nah, silahkan ditambahkan kalo ada yang terlewat informasinya?

Spesifikasi:
Max Power: 100 PS / 6000rpm
Max Torque: 13 kg.m / 4800 rpm
fuel economy: up to 24 km/l
Website
#2
Sedangkan untuk Brio CKD dan Satya, dibenamkan mesin dengan Spec:

L12B i-VTEC
SOHC 16 valve i-VTEC
Displacement: 1,198 cc
Bore x Stroke: 73.0 mm (2.9 in) × 71.58 mm
Compression Ration: 10.2:1
Horsepower: 66 kW (90 PS; 89 hp) / 6,200 rpm
Torque: 114 N·m (84 lb·ft) / 4,900 rpm
CO2 emission: 125g/km
RPMLock: 6500 rpm
SpeedLock: 145 km/h
Website
#3
kalau city car seperti Brio stop n Go memang sih cocoknya dengan SOHC , tapi kalau seperti Mobillio yang pastinya seriing diajak keluar kota apa ga enak pakai mesin DOHC , benar ga ya ekeke Big GrinBig GrinBig Grin
#4
oh, masih bahas mobilio ya om @dwivitava kirain bahas Brio...

balik lagi ke thread tadi yuk? 04
Website




Users browsing this thread: 1 Guest(s)