[ASK] Memperenak suspensi di Honda Brio

  • Honda Brio kalo lewat jalanan yang kurang rata, rasa nya kayak kebanting2 gitu, ini yang dirasakan oleh pengemudi.. apalagi kalo ada penumpang yang duduk di kursi belakang, gak tau lagi yah gimana rasa nya..


    Apakah ada cara yang bisa diterapkan, untuk menjadikan lebih nyaman suspensi di Brio ini ?


    Saya cuman punya pemikiran demikian, mohon di koreksi atau di tambahkan yahh..
    1. ganti shock breaker.. ini saya gak ngerti musti pake merk dan type apa..
    2. ganti per.. ini saya gak ngerti musti pake merk dan type apa..
    3. tekanan ban dibuat jangan terlalu keras, tapi akibatnya ban jadi lebih cepat rusak..


    ataiu, apakah gak bisa di apa2in lagi, tinggal terima nasib saja ? hahaha



    Mohon masukan dan tambahan dari rekan2 sekalian yaa..


    trims


  • Ini masalah umum di Honda Brio, kalo saya pribadi sih separuh terima nasib, tapi bukan tanpa ikhtiar.


    Ikhtiarnya berusaha nggak nginjek lubang di jalan, at least tidak dengan kecepatan tinggi..


    Untuk ganti per, shock dll mungkin rekan-rekan lain bisa menjawab..


    iya, kalo nginjek lubang pasti lah di hindari sebisa mungkin..


    kalo lewat jalanan paving atau jalanan aspal yang gak rata kan guncangan nya kerasa banget ya...

  • Kalau menurut saya, karakteristik ini memang khas brio yang mencari kenyamanan pas jalan kencang. Lihat saja, body brio lebar dengan tinggi pas-pasan, suspensi cenderung keras. Ini akan membantu agar mobil tidak limbung ketika berbelok pada kecepatan tinggi. Mari bandingkan aja dengan mobil kecil dari produsen sebelah (karimun wagon R, ayla ataupun agya). Hal yang sama pula dengan yang kurasakan sewaktu membawa motor sportnya yamaha. Cenderung lebih keras shock breakernya dibandingin honda, akan tetapi jauh lebih stabil untuk kecepatan tinggi dan berbelok.


    Jadi, mari bisa diatur sendiri apabila menginginkan pergantian karakteristik shock breaker. Apabila ingin lebih lembut, maka harus bersedia untuk lebih menjaga kecepatan. Dan lagi, jangan lupa untuk mengukur perbandingan kekerasan shock breaker barunya. Karena brio mesin depan berpenggerak depan, maka shock breaker depan harusnya lebih keras daripada belakang.


    Mari, bisa diupdate lagi spek pergantian shockbreakernya apabila sudah dieksekusi :senyum:


  • Kalau menurut saya, karakteristik ini memang khas brio yang mencari kenyamanan pas jalan kencang. Lihat saja, body brio lebar dengan tinggi pas-pasan, suspensi cenderung keras. Ini akan membantu agar mobil tidak limbung ketika berbelok pada kecepatan tinggi. Mari bandingkan aja dengan mobil kecil dari produsen sebelah (karimun wagon R, ayla ataupun agya). Hal yang sama pula dengan yang kurasakan sewaktu membawa motor sportnya yamaha. Cenderung lebih keras shock breakernya dibandingin honda, akan tetapi jauh lebih stabil untuk kecepatan tinggi dan berbelok.


    Jadi, mari bisa diatur sendiri apabila menginginkan pergantian karakteristik shock breaker. Apabila ingin lebih lembut, maka harus bersedia untuk lebih menjaga kecepatan. Dan lagi, jangan lupa untuk mengukur perbandingan kekerasan shock breaker barunya. Karena brio mesin depan berpenggerak depan, maka shock breaker depan harusnya lebih keras daripada belakang.


    Mari, bisa diupdate lagi spek pergantian shockbreakernya apabila sudah dieksekusi :senyum:



    berarti dari penjelasan nya, bisa diambil kesimpulan :
    shock keras = + -
    stabil kurang nyaman
    shock lembut =
    nyaman tidak stabil untuk kecepatan tinggi


    memang nya gak ada yah yang bisa mengakomodir shock nyaman tapi tetap bisa stabil di kecepatan tinggi ?


  • ..........


    Mari, bisa diupdate lagi spek pergantian shockbreakernya apabila sudah dieksekusi :senyum:


    Jadi yg berpengaruh itu shock ya om? Bukan per?
    Tapi sepakat, memang tergantung mobil kita mayoritas dipake dimana. Klo dipake dlm kota aj jarang highspeed, bisa dipertimbangkan untuk ganti shock yg empuk.
    Tapi klo sering di tol atau perjalanan luar kota seperti saya, suspensi brio udh memuaskan untuk handlingnya. Stabil.
    Walaupun kadang suka loncat klo ketemu jalanan bumpy pantura [emoji1]

  • Sama satu lagi om kendala brio, kalo ketemu polisi tidur yang tinggi sering gasruk secara brio ceper, tapi memang setiap merk punya keunggulan dan kelebihan masing2


  • Ada om...shock yang adjustable, bisa buat diset stiff klo pengen ngejar stabilitas di speed tinggi. Dan bisa diset soft klo butuh lewat jalan bumpy.
    Klo stock shockbreaker sih, ya musti milih yang paling seimbang. Buat ngejar keduanya menurut saya sangat sulit (cmiiw), yang memungkinkan itu mencari balance antara keduanya. Jadi gak mengganggu pas jalan bumpy, tapi tetep gak oleng buat jalan kencang.


  • Jadi yg berpengaruh itu shock ya om? Bukan per?


    Shockbreaker itu kasarannya terbagi atas peredam kejut atas dan bawah. Peredam kejut atas adalah ketika shockbreaker memendek, yang bekerja utama di sini per. Peredam kejut bawah adalah ketika shockbreaker memanjang, di sini yang bekerja utama adalah oli/gas. Nah, keduanya membutuhkan keseimbangan agar grafik gangguan dapat steady dan sesedikit mungkin osilasi (duh...sulit menterjemahkan dalam kata2).
    Intinya shock maupun oli (atau gas klo emang shockbreaker nggak umum), keduanya harus saling bekerja sama biar didapatkan feel shockbreaker yang enak.