Posts by Michael Adhi


    Ouw, jd ada fungsi ya. Kirain hanya melindungi rangka bawah waktu gasruk ke poldur aja


    Fungsi aerodinamis Om. Di kecepatan tinggi, udara yang bergerak di bagian atas mobil lebih cepat dibanding yang di bawah, menciptakan sensasi "melayang". Dengan underbody panel, udara yang bergerak di bawah mobil jadinya tidak menemui halangan apapun dan mengurangi efek melayang. Ini sebenarnya prinsip sayap, dan bentuk mobil sebenarnya juga mirip saya, mblendung di atas, rata di bawah. Bonus juga, karena bagian bawah mobil banyak gelantungannya seperti canister exhaust, pipa-pipa, tanki bensin, tonjolan ban serep, semuanya memberikan hambatan udara. Dengan adanya panel ini, hambatan udara mendekati nol di kolong Brio.


    Tujuan saya membeli Brio untuk maksimalkan keiritannya... Jadi kehilangan underbody panel ini membuat saya kesal :onfire:


    Memang saya melihat ada routing pipa ABS, apakah karena ABS ini jadi underbody panel tidak muat di Brio.

    Ada yang punya Brio E AT juga untuk diperbandingkan? Kalau bisa yang tahun 2015... Sales saya tidak tahu menahu soal ini. Takutnya kalau dia tanya supervisor, malah digampangin, paling diminta bilang ke saya kalau Brio E AT memang tidak ada panel kolong supaya cepat urusannya. Sama seperti saya dulu beli samsung Galaxy Spica (Android pertama Samsung). Baru beli tidak ada getar. Datang ke Service center kelapa gading dibilang kalau Samsung Galaxy Spica tidak ada getar... Tapi ternyata teman saya beli ada getar... Kapok saya beli Samsung. Jangan sampai Honda juga seperti ini.

    Halo semuanya... Akhir pucuk dicinta ulam tiba, Honda Brio saya sudah mendarat dengan selamat di rumah, lengkap dengan surat-surat :hahaha: Sebenarnya sih sudah satu minggu tapi keasikan nyetir sampai mau pulang aja putar tol JORR dulu (pokoknya edan banget).


    Nah, baru aja cek kaki-kaki sehabis seminggu putar-putar kayak orang gila... Ada satu hal yang sangat mencolok mata saya... Kok Brio E AT saya tidak ada underbody panel ya? :gosong:


    Dulu saya pernah ulas Honda Brio di blog pribadi di http://michaeladhi.com/2013/06…-could-honda-brio-review/


    dan satu hal yang saya elu-elukan itu fitur underbody panelnya karena menambah nilai aerodinamis di kecepatan tinggi dan membantu mengefisienkan bahan bakar.


    Nah, saya baru saja foto... Bagian bawah Brio saya tidak ada underbody panel sama sekali.


    Berikut foto dari blog saya... Foto kolong Brio 2013.



    Dan ini foto kolong Brio saya (2015).



    Ini pengurangan fitur atau apa ya? Semoga underbody panel bukan dicabut oleh pihak Ziebart karena saya pasang anti karat ya... Soalnya saya minta semua beres dari dealer sampai ke tangan. Nah kalau pengurangan fitur... Bisa tidak saya beli underbody panel Brio? :heran:

    Rekans, mau tanya nih posisi ideal dudukan/pegangan hape/GPS di Brio bagusnya selain di kaca depan di mana ya? :tanya:


    Untuk saya, area kaca depan dan dashboard mobil itu sakral, gak boleh ada hiasan, gantungan, bahkan stiker (kecuali terpaksa sekali seperti parkir langganan). Alsan utama jelas supaya mata tidak terganggu oleh benda-benda tersebut. Kalau di mobil anak-anak (Honda Freed), saya taruh GPS persis di bonggolan setir, kebetulan odometer posisi di atas jadi tidak menghalangi dan terlihat rapih seperti unit navigasi bawaan.


    Kalau dahulu pakai Honda Jazz GD3, saya taruh GPS persis di frame kaca sebelah kanan pengemudi jadi tidak menghalangi kaca depan. Apakah di Brio ada tempat ideal selain di area tersebut untuk pasang dudukan/pegangan hape/GPS?

    Salam kenal Tante Maya (udah Tante belum, kalau belum mohon maaf, karena saya semuanya panggil om di sini). Untuk grup WA atau BB bisa ke sub bagian regional, nanti gabung saja di situ.

    Halo om (om bukan? Kalau bukan maaf ya), kalau orang tua bilang, sedikit orang bersuara lantang ketika ada masalah tapi banyak yang hening bila tidak ada masalah :cool:


    Jangankan Brio, forum Ferrari dan forum Lamborghini pasti ada yang berkeluh kesah tentang mobil mereka yang berharga lebih dari rumah saya :socute:


    Kalau memang ada masalah, produk massal pasti ada lemahnya, berbeda dengan produk hand made yang diteliti satu persatu, itu pun juga masih ada kemungkinan nyelip sedikit. Yang penting itikad baik dari pemegang merek untuk mengatasi bilamana ada masalah.

    @"ImanR" itu setahu saya ya om. Kadang memang tidak enak dilihat tapi wajar. Seperti bopeng di muka bekas cacar, menyebalkan ketika dilihat, tapi tidak berarti muka kita keseluruhan jadi jelek karenanya.


    @"Zikri Irfandi" om Zik, kalau sudah berjamur berarti ada endapan air, sudah pasti cacat itu.

    Setahu saya om-om semua, lampu berkabut karena kondensasi itu hal umum. Di mobil BMW tua orang tua saya, disebutkan kondisi lampu dapat berkabut dan solusi hanya menyalakan lampu saja di buku manualnya. Hal ini karena batok lampu tidak kedap udara, masih ada celah celah kecil dimana molekul air yang ukurannya (kalau gak salah) sekitar 0.3 nanometer bisa masuk, terutama di dudukan lampu. Ditambah bonus udara kita lembab dengan kandungan air tinggi. Dulu saya juga pernah menanyakan hal ini dengan agen asuransi mobil keluarga. Pergantian lampu berkabut itu tidak bisa kecuali sampai ada air menggenang di dalamnya.


    Kalau lampu dibuat kedap (diberikan sealant sampai di dudukan lampunya) bisa-bisa retak karena kepanasan dan molekul air yang sudah terdapat di dalam lampu ketika diseal malah akan berkumpul dan tidak bisa keluar.


    Biasanya di belakang batok lampu memang ada semacam lubang untuk menyeimbangkan tekanan dan meminimalisir efek kondensasi. Tapi justru dari lubang ini molekul air juga bergerak keluar masuk (makanya asuransi/atpm tidak menerima klaim lampu berkabut). Nah, untuk mengatasi lampu berkabut, ada produk otomotif namanya Gore vent... Semacam stiker berpori yang ditempel di lubang batok lampu untuk mencegah kondensasi. Kelihatannya sederhana hanya menempel saja, tapi bahannya berpori sehingga masih mengijinkan tekanan udara berubah di dalam batok lampu tapi tidak mengijinkan molekul air masuk.


    Ini videonya:


    Monggo yang punya modal boleh jadi distributornya :P


    Saya sendiri belum cek kalau batok lampu Brio ada lubang ventilasinya atau tidak... Lah... Mobilnya gak jelas sampe kapan :haus:

    Saya dulu jurnalis om @"Zikri Irfandi" :P sudah pensiun. Pindah ke sisi bisnis, semenjak gonjang ganjing media elektronik mulai berkibar.


    Om @"zeguym" , saya ada blog pribadi tentang otomotif. Kebanyakan isinya bahasa Inggris, buat latihan soalnya. Nanti saya update lagi seputar Brio dan otomotif kalau mau baca, terutama masalah tabrakan offset ini supaya bisa lebih tenang pikiran pembaca setelah melihat kecelakaan maut di Thailand.


    apa mobil kecil seperti brio gampang terbalik?


    Belum tentu om Zikri. Menurut NHTSA (badan keselamatan transportasi di Amerika Serikat), penyebab mobil terguling ada dua, tersandung atau murni terbalik karena faktor titik gravitasi yang dibantu oleh manuver drastis (banting setir kiri lalu ke kanan). Untuk faktor murni terbalik karena manuver drastis, ada perhitungannya yaitu:


    SSF = T/2H


    Dimana:
    SSF: Static Stability Factor = nilai kestabilan.
    T : jarak lebar roda.
    H: tinggi titik gravitasi kendaraan.


    Tinggi titik gravitasi kendaraan diperoleh dari perhitungan jelimet antara tinggi kendaraan dan massanya. Untuk gampangnya, mobil dengan penggerak roda belakang dan sistem gardannya terlihat (Avanza, Innova, dkk), biasanya titik gravitasinya lebih tinggi dibanding mobil sedan/mobil kompak. Bedakan ya dengan penggerak roda belakang yang sistem gardannya tidak terlihat seperti BMW/Mercedes, soalnya poros driveshaft makan tempat di dalam interior kabin.


    Dari rumusnya saja terlihat tinggi titik gravitasi berperan lebih besar dalam menyebabkan kecelakaan. Untuk saya, ambil gampang saja, mobil pendek dengan jarak roda lebar umumnya kalau terbalik itu karena faktor "tersandung", atau dalam kasus kebanyakan, human error, berjalan terlalu cepat dan banting setir.


    Dalam kasus Brio, dimana fisiknya lebih lebar daripada tinggi, kemungkinan untuk terbalik dalam kondisi normal (berjalan dalam kecepatan sesuai regulasi) sangat sulit.


    Sumber NHTSA.



    Struktur g-con nya yg sebelah mana sie? Daerah firewall kah? Bukan bagian lantai ya?


    Om Zeguym, untuk Brio sruktur G-CON adalah yang warna merah di bagian depan seperti gambar ini.



    Bagian yang diagonal (dudukan suspensi) fungsinya untuk menyalurkan tumbukan depan ke struktur rangka dan berfungsi untuk hancur dan menyerap energi potensial. Sementara bagian utama yang menyerap tumbukan depan dan menyebarkan energi potensial ke bagian bawah mobil adanya di belakang suspensi, posisinya horizontal. Dalam kasus tabrakan Brio maut Thailand, struktur utamanya hampir tidak tersentuh.


    Ini gambar ilustrasi fungsi G-CON di rangka mobil Honda. Dalam kasus tabrakan maut, bagian warna ungu yang dihajar tidak memiliki kekuatan struktur apapun. Meskipun secara teori energi disalurkan kepada pilar A, tapi besi melengkung (rangka pintu) tidak akan sekuat rangka struktur utama G-CON.



    Mohon maaf kalau kepanjangan, kebiasaan lama cuap-cuap kuli tinta.

    Kecelakaan Honda Brio paling fatal... Tahun 2012 di Thailand.


    https://forum.lowyat.net/topic/2577057/all




    :kaget:


    Waktu dulu saya sudah ketemu forum aslinya, ada gambar ilustrasi kejadiannya. Intinya Brio melaju dengan kecepatan tinggi hendak menyalip mobil lebih pelan di depannya. Tapi di jalur dua arah yang kecil itu tidak terlihat di depannya ada mini bus juga jalan dengan kecepatan tinggi.


    Dari posisi impact pertama, terlihat pengendara Brio sudah mencoba menghindar. Dilihat dari struktur GCON yang relatif utuh (gambar pertama), ini salah satu contoh tabrakan offset yang ramai dibicarakan di Amerika Serikat beberapa tahun lalu.


    Tabrakan offset salah satu jenis tabrakan paling fatal karena jenis tabrakan ini tidak menghiraukan struktur crash dan crumple zone. Tipe tabrakan offset menabrak dari sisi samping depan mobil (biasanya tepat di belakang lampu) dimana hanya ada panel bodi dan pilar A.


    Di kasus kecelakaan Brio itu, terlihat jelas tipe tabrakan offset dengan minibus secara notabene menggilas mobil korban dan membelah dua mobil setelah menabrak roda belakang (karena torsion beam terhubung, menarik rangka mobil).


    Ini video tes tabrakan offset dimana semua mobil kecil gagal... Bayangkan kalau objek yang ditabrak itu sebuah juga bergerak dengan kecepatan tinggi.



    Sekadar info tambahan, Honda Jazz (Fit) di Amerika Serikat moncongnya lebih panjang sedikit guna menyesuaikan dengan standar tes tabrakan yang lebih berat dibanding seluruh dunia. Itu saja gagal, apalagi Brio yang lebih pesek.


    Saya rasa ini bukan masalah Brio, mobil sekelasnya apabila dalam kondisi sama pasti hancur juga. Kecuali kita naik tank, tidak akan ada yang bisa kita lakukan kalau dihajar dengan kecepatan tinggi oleh sebuah minibus. Moral cerita... Ngebut benjut. Kalau mau baapan ke track balap, kalau mau selamat sampai di tujuan, sabar :senyum:


    Ini salah satu alasan saya menunda beli Honda Brio waktu pertama gabung di forum HBC. Setelah tanya tinyi di forum India (team-bhp) yang penggunanya ada ribuan, akhirnya saya memberanikan diri membeli Brio. Nasib ada di tangan Sang Khalik, yang penting berhati-hati, kalau masih kecelakaan juga ya sudah itu memang sudah waktunya.

    Silahkan linknya om Zikri :


    http://www.modifikasi.com/show…BO-Performance-Disc-Rotor


    Kalau menurut informasi resmi Brembo...


    http://www.brembo.com/en/car/R…products/Pages/Discs.aspx


    Tidak ada produk Brembo disc dengan slot dan drill, hanya ada slot atau drill saja.


    Kalau memang KW ya sudah batal. Urusan kaki-kaki saya paling ngeri. Dulu pernah ada kenalan modifikasi velg 20" dengan ban tipis... Pecah hantam lubang kecil di tol cipularang. Untung kecepatan tidak terlalu tinggi, tapi kerusakan cukup parah karena as roda depan juga penyok dan tidak bisa berputar mulus.


    Ini lagi masalah rem... Kalau lagi jalan tiba tiba piringan rem retak... Wasalam deh, mau aman malah celaka.

    Rekans, numpang tanya. Sudah ada yang menggunakan rotor rem Brembo untuk Brio? Saya ketemu di forum sebelah harga rotor Brembo untuk Brio harganya 1.3 juta. Itu KW atau asli ya? Saya kurang mengerti kondisi aftermarket untuk otomotif. Saya aja baru tahu kalau hampir semua velg aftermarket di Indonesia replika/KW.


    Cari informasi di internet simpang siur. Malah ada yang bilang rotor Brembo palsu terlihat dari kombinasi slot dan drill karena yang asli Brembo hanya slot saja atau drill saja... Lah, yang di jual di forum sebelah itu tipe kombinasi slot dan drill... Pusing...

    Nanti aja om Iqbal kalau dah sampe Brionya... Takutnya baca grup WA jadinya sewot gak sampe-sampe si Brio :haus: Adanya nanti kalap tukar warna yang ready stock (hitam dan silver) hihihihihi...