aksesoris-brio

Tambal Ban

#1

kebetulan tadi abis tambal ban yang kena paku, cari-cari referensi ada artikel menarik seputar tambal ban ini:

Spoiler: Tambal Ban
Quote:soal tambal ban tubeless yang terkesan gampang dan mudah karena tinggal tusuk, kemudian semuanya menjadi beres. Faktanya, masih banyak pengguna kendaraan bermotor, yang tidak memahami tambal ban tubeless yang benar dan memenuhi standar keselamatan. Padahal, salah pilih tambal ban tubeless berakibat fatal dan mengancam keselamatan lantaran kontak antara kendaraan dan jalan sangat bergantung pada bidang seukuran telapak tangan.



Sebenarnya, cara menambal ban tubeless dengan teknik tusuk dari arah luar atau “string tubeless” tidak dianjurkan oleh pabrikan ban. Sebab, metode ini dapat menyebabkan benang nilon putus dan kawat baja mengalami korosi.



Kondisi buruk akibat putus dan korosi tidak langsung terjadi setelah ban ditambal dengan cara string tubeless. Namun beberapa waktu kemudian, tekanan angin ban sering berkurang dan muncul “benjolan” pada bagian dinding atau telapak ban. Selanjutnya timbul retakan pada lokasi tersebut.

Kondisi ban yang mengalami benjol setelah tambal tusuk luar ini disebabkan oleh separasi pada lapisan karet. Sumber masalahnya dalah putusnya benang nilon atau kawat baja yang mengikat lapisan karet pada ban.

Jika mobil digunakan dengan frekuensi tinggi, semisal setiap hari dan ban diisi angin biasa (bukan nitrogen), kondisi ban semakin cepat memburuk dan berpotensi meletus kapan saja. Anda bisa tebak sendiri akibat selanjutnya jika kendaraan melaju pada kecepatan tertentu.

Agar aman dari berbagai dampak samping yang membahayakan, ikuti rekomendasi pabrik ban ketika harus melakukan tambal untuk ban tubeless. Caranya, lubang ditambal secara permanen dari arah dalam dengan metode combi atau thermopress. Karena penambalan dilakukan pada bagian dalam, metode combi atau thermopress mengharuskan ban untuk dilepas dari pelek.



Karena ban dan pelek sudah pernah berpisah, usai pekerjaan penambalan, roda wajib di-balance ulang. Tentu saja, tambal ban tubeless permanen dari arah dalam ini membutuhkan waktu lebih lama dan biaya lebih mahal dibandingkan tambal model tusuk luar. Namun, Anda mendapatkan jaminan dari segi keselamatan dan berhemat karena ban (mungkin) masih bisa dipakai kembali untuk jangka waktu tertentu.

Berikut macam-macam tambal ban dikutip montirgw.com untuk montir mania:

  1. Tambal combi / mini combi
    Metode tambal permanen model combi atau mini combi digunakan untuk menambal lubang akibat tusukan benda tajam seperti paku yang menembus bagian alur atau telapak ban.
    Diameter lubang akibat tusukan benda tajam pada alur dan telapak ban yang bisa ditambal dengan metode combi tidak melebihi 6mm
    Bahan penambal khusus model combi yang berbentuk bulat dilekatkan dengan lem sejenis semen ke lubang pada bagian dalam ban. Selanjutnya, tekanan angin akan membantu proses pelekatan bahan tambalan ke bagian dalam ban sekaligus menutup lubang.

  2. Tambal thermopress
    Khusus untuk menambal lubang pada telapak ban yang memiliki diameter lebih besar daripada 6mm.
    Bisa juga digunakan untuk menambal dinding ban yang mengalami sobek
    Bahan penambal berupa lapisan karet setengah matang dan dilekatkan ke lubang di bagian dalam ban dengan bantuan lem khusus untuk suhu kerja hingga 160°C.
    Setelah melekat pada bagian dalam ban, bahan penambal akan “dimasak” oleh alat press dengan suhu sekitar 1500°C selama satu hingga dua jam tergantung kondisi penambalan.
    Lapisan karet setengah matang akan menutup seluruh celah lubang.

  3. Tambal string tubeless
    Penambalan dengan t-handle yang ditusukkan ke ban secara dipaksakan akan menyebabkan lubang akibat benda tajam menjadi lebih besar daripada sebelumnya.
    Karena lubang tusukan membesar lapisan karet pada ban mengalami separasi. Karena sudah terpisah, area disekitar lubang tambalan mengalami gembung atau benjol.
    Dalam jangka panjang, benjol tadi berkembang menjadi retakan yang menyebabkan kebocoran halus dan lapisan karet yang terpisah akan semakin terbuka.
    Tambal ban tubeless model tusuk luar menggunakan penambal yang terdiri atas serat-serat mirip tali. Karena berupa rangkaian serat yang disatukan, kemampuannya menutup lubang dan tekanan angin tidak bertahan lama. Dampaknya, terjadi kebocoran kecil yang mengharuskan pemilik mobil mengisi angin ban secara teratur.
    Jika masih merasa sayang untuk melepas ban luar yang sudah bermasalah karena tambal tubeless dengan cara tusuk luar, pilihan terakhir adalah memakaikan ban dalam untuk ban tubeless.

bagaimana menurut agan2 HBC?
Website
#2
baru tau info ini om...

Tambal combi / mini combi dan Tambal thermopress sudah ada belum di bengkel2 ya om?
Website
#3
(01-09-2014, 03:20 PM)Zikri Irfandi Wrote: baru tau info ini om...

Tambal combi / mini combi dan Tambal thermopress sudah ada belum di bengkel2 ya om?

nah itu dia om, ada gak yah? ane belum pernah nemuin tuh. kebanyakan pake metode tusuk tadi, memang lebih simple dan cepat sih metode tusuk ini, gak repot gak pake nyopot ban dari velg dan balancing ulang, tapi efeknya ternyata... 04 (ane juga baru tau om)
Website
#4
kalo di motor dulu ada yg nyaranin pakai lem alteco untuk nambal ban bocor.. Diisi gitu bagian bolongnya dg alteco.. Tapi itu bener nggak ya?
Website
#5
Kalau pakai cairan anti bocor bagaimana Om Arul? Itu bisa jadi solusi permanen apa temporer saja?

Kalau menurutku cairan anti bocor itu juga sifatnya tidak permanen, jadi tetep perlu di tambal seperti yang dijelaskan Om Arul diatas. Hanya mengurangi efek sampingnya ban tidak langsung kempes.
#6
(01-09-2014, 05:28 PM)Zikri Irfandi Wrote: kalo di motor dulu ada yg nyaranin pakai lem alteco untuk nambal ban bocor.. Diisi gitu bagian bolongnya dg alteco.. Tapi itu bener nggak ya?

katanya sih bisa juga pake alteco, bisa tahan sampe ban gundul, tapi apa ada efek sampingnya gak ya?

(01-09-2014, 06:17 PM)Kus1998 Wrote: Kalau pakai cairan anti bocor bagaimana Om Arul? Itu bisa jadi solusi permanen apa temporer saja?

Kalau menurutku cairan anti bocor itu juga sifatnya tidak permanen, jadi tetep perlu di tambal seperti yang dijelaskan Om Arul diatas. Hanya mengurangi efek sampingnya ban tidak langsung kempes.

iya bener juga, minimal gak pergi ke tukang tambal ban, lebih hemat sekaligus ban tidak ditusuk2 lagi.

btw kalo mo tambah anti bocor itu tahan berapa lama ya? apakah harus diisi lagi dalam jangka waktu tertentu?
Website
#7
(01-09-2014, 08:21 PM)arul Wrote: iya bener juga, minimal gak pergi ke tukang tambal ban, lebih hemat sekaligus ban tidak ditusuk2 lagi.

btw kalo mo tambah anti bocor itu tahan berapa lama ya? apakah harus diisi lagi dalam jangka waktu tertentu?

Saya juga belum pernah ngisi Om Big Grin
Cuma saya lihat adik saya ngisi cairan anti bocor di motor varionya, tapi bukan DIY lho..ngisi di bengkel ban. Kalau tahan berapa lamanya saya juga belum tahu. Setelah itu pernah juga kena paku, pas paku dicabut (anjurannya diposisi jam 4 atau 8) cairan langsung keluar menembel lubang itu, dan ban ga banyak kehilangan pressurenya (nambah 1 -2 psi doang).
#8
Pernah lihat di supermarket tire repair kit, kurang lebih bentuknya seperti ini:

berarti bisa DIY yah..

   
Website
#9
Ngeri juga kalo pake yang model tusuk gitu kalo baca artikel di atas. Selain tambah merusak ban, kualitasnya juga gak tahan lama, ditambah lagi kemungkinan pecah ban di jalan akibat dari bekas tusukan itu.
Wherever I Lay My Head Is Home
______________________________________________


Website
#10
Iya om kalo mau aman ya pake metode mini combi, tapi ya repot jg sih, karna harus di balance ulang, dan biaya lebih mahal tentunya
Website




Users browsing this thread: 1 Guest(s)